Sepuluh Aturan untuk Mengasihi Anak (Ten Rules for Loving Your Children)
1.) Jangan buat anak anda frustrasi (lihat Efesus 6:4). Anak tak boleh diharuskan berperilaku seperti orang dewasa. Jika anda berharap terlalu banyak dari anak, ia tidak akan lagi membuat anda senang, karena ia tahu bahwa hal itu mustahil.
2.) Jangan bandingkan anak anda dengan anak lain.
Biarkan ia tahu seberapa besar anda menghargai sifat-sifat unik mereka dan karunia-karunia dari Allah.
Biarkan ia tahu seberapa besar anda menghargai sifat-sifat unik mereka dan karunia-karunia dari Allah.
3.) Beri dia tanggung-jawab
di rumah sehingga ia akan tahu bahwa ia bagian penting dalam keluarga. Penghargaan adalah bahan bangunan bagi harga diri yang sehat.
di rumah sehingga ia akan tahu bahwa ia bagian penting dalam keluarga. Penghargaan adalah bahan bangunan bagi harga diri yang sehat.
4.) Luangkan waktu bersama anak.
Sehingga anak tahu bahwa ia penting bagi anda. Memberi materi kepada anak tak dapat menggantikan diri anda baginya. Juga, seorang anak banyak dipengaruhi oleh orang yang meluangkan paling banyak waktu bersamanya.
Sehingga anak tahu bahwa ia penting bagi anda. Memberi materi kepada anak tak dapat menggantikan diri anda baginya. Juga, seorang anak banyak dipengaruhi oleh orang yang meluangkan paling banyak waktu bersamanya.
5.) Jika anda harus mengatakan sesuatu yang negatif, katakalah secara posifif.
Saya tak pernah berkata kepada anak saya bahwa ia “jelek” ketika ia tak menaati saya. Malahan, saya berkata kepadanya, “Kau anak yang baik, dan anak yang baik tidak melakukan hal yang baru saja kau lakukan!” (Lalu saya pukul pantatnya).
Saya tak pernah berkata kepada anak saya bahwa ia “jelek” ketika ia tak menaati saya. Malahan, saya berkata kepadanya, “Kau anak yang baik, dan anak yang baik tidak melakukan hal yang baru saja kau lakukan!” (Lalu saya pukul pantatnya).
6.) Sadarilah, kata “tidak” berarti “Saya peduli padamu.”
Ketika menemukan caranya, secara intuitif anak tahu anda tak cukup peduli untuk melarangnya.
Ketika menemukan caranya, secara intuitif anak tahu anda tak cukup peduli untuk melarangnya.
7.) Harapkan agar anak anda meniru anda.
Anak belajar dari teladan orang-tuanya. Orang-tua yang bijak tak akan pernah berkata kepada anaknya, “Lakukan apa kataku, bukan apa yang kulakukan.”
Anak belajar dari teladan orang-tuanya. Orang-tua yang bijak tak akan pernah berkata kepada anaknya, “Lakukan apa kataku, bukan apa yang kulakukan.”
8.) Jangan beri jaminan kepada anak anda atas masalahnya.
Singkirkan batu sandungan; biarkan batu loncatan ada di jalurnya.
Singkirkan batu sandungan; biarkan batu loncatan ada di jalurnya.
9.) Layani Allah dengan segenap hati anda.
Saya perhatikan, anak, yang orang-tuanya suam-suam kuku, jarang melayani Allah saat ia dewasa kelak. Anak Kristen dari orang tua yang belum selamat dan anak dari orang-tua Kristen yang berkomit-men penuh biasanya tetap melayaniNya ketika berada di luar “tempat asalnya.”
Saya perhatikan, anak, yang orang-tuanya suam-suam kuku, jarang melayani Allah saat ia dewasa kelak. Anak Kristen dari orang tua yang belum selamat dan anak dari orang-tua Kristen yang berkomit-men penuh biasanya tetap melayaniNya ketika berada di luar “tempat asalnya.”
10.) Ajarkan Firman Tuhan kepada anak.
Orang tua sering memprioritaskan pendidikan anaknya tetapi gagal memberikan pendidikan terpenting yang bisa diperoleh anak itu, yakni pendidikan Alkitab.
Tags
Keluarga Bahagia